Hiruk pikuk pengunjung, deretan mesin dan kendaraan berteknologi terbaru, serta aroma mobil baru yang khas. Itulah gambaran yang selalu menyertai pameran otomotif terbesar di Indonesia, Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS).
Lebih dari sekadar ajang unjuk gigi produk terbaru, GIIAS adalah sebuah monumen hidup yang merekam jejak perkembangan industri otomotif tanah air, dari masa ke masa.
Namun, tahukah Anda bagaimana pameran otomotif GIIAS ini bermula dan bertransformasi hingga menjadi raksasa seperti sekarang?
Awal Pameran Otomotif (1986-1989)
Semua berawal pada 11–15 Juli 1986 saat Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) menggelar “Pameran Mobil GAIKINDO” di Balai Sidang Jakarta. Saat itu hanya diikuti 13 anggota, termasuk Honda, Suzuki, dan Daihatsu.
Tiga tahun kemudian, tepatnya 1989, pameran ini berganti nama menjadi “Jakarta Auto Expo” dengan tema “Memacu Era Industri Mandiri”, mencerminkan semangat untuk mendorong pertumbuhan industri otomotif dalam negeri.
Melawan Arus Krisis (1994-2000)
Perjalanan pameran ini tak selalu mulus. Tahun 1994 dan 1995, pameran sempat vakum akibat kebijakan penghematan anggaran. Pameran pun kembali digelar pada 1996 dengan antusiasme tinggi dengan lebih dari 200.000 pengunjung.
Namun, krisis moneter 1997 kembali memukul industri otomotif, membuat pameran terhenti hingga tahun 2000. Pada tahun itu, GAIKINDO bangkit dengan nama baru “Gaikindo Auto Expo”. Penggantian nama ini menandai optimisme industri otomotif Indonesia di era milenium baru.
Pameran Otomotif dari JCC ke Kemayoran (2003-2009)
Periode 2003–2009 menjadi era kebangkitan pameran ini. Tahun 2003, “Gaikindo Auto Expo” digelar di Jakarta Convention Center (JCC) dengan 150 perusahaan peserta.
Sementara tahun 2005 menjadi titik penting dengan rekor penjualan 532.000 unit kendaraan. Penjualan tertinggi diambil oleh Toyota Avanza dan Kijang Innova.
Pada 2006, GAIKINDO mendapat pengakuan dari Organization Internationale Des Constructeurs d’Automobiles (OICA) yang memperkuat posisi pameran otomotif Indonesia di tingkat global.
Puncaknya terjadi pada 2009 saat pameran pindah ke Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran dengan area pameran yang lebih luas dan modern dan resmi mengusung nama IIMS (Indonesia International Motor Show).
Pameran Otomotif Menggeliat (2013-2019)
Era ekspansi berlanjut pada 2013–2019, dengan perluasan area pameran hingga 80.000 meter persegi. Pada periode ini, pameran otomotif GIIAS semakin inklusif karena menampilkan kendaraan penumpang, kendaraan komersial, hingga sepeda motor.
Tahun 2015 menjadi momen penting saat nama pameran otomotif ini resmi berganti menjadi “GIIAS”. Hal ini sekaligus menjadi momen terciptanya dua ajang pameran otomotif yaitu GIIAS dan IIMS (Indonesia International Motor Show).
Secara prinsipal, perbedaan utama antara GIIAS dan IIMS (Indonesia International Motor Show) adalah pada sisi penyelenggara dan spesifikasi pamerannya.
GIIAS diselenggarakan oleh GAIKINDO sementara IIMS diadakan oleh Dyanda Promosindo. GIIAS berfokus pada ATPM (Agen Tunggal Pemegang Merek). Banyak digunakan sebagai ajang peluncuran mobil baru, mobil konsep, hingga teknologi terbaru.
Satu lagi hal yang menjadi pembeda GIIAS dan IIMS adalah pada tempat penyelenggaraan. GIIAS berlokasi di ICE BSD sedangkan IIMS tetap digelar di JIExpo Kemayoran.
Sementara IIMS lebih berwarna dan inklusif, tidak hanya mobil baru, tetapi juga ada aftermarket, modifikasi, motor, lifestyle otomotif, hingga komunitas.
Adaptasi Sektor Otomotif di Tengah Badai (2020-2021)

Pandemi COVID-19 pada 2020 menjadi tantangan besar. Namun GIIAS mampu beradaptasi dengan menghadirkan “GIIAS Auto 360” secara virtual. Kemudian, dilanjutkan dengan pameran hybrid pada 2021 untuk menjaga konektivitas industri dengan publik.
Menyongsong Masa Depan (2022-2024)
Memasuki 2022–2024, GIIAS kembali menunjukkan kekuatan industri otomotif Indonesia.
Tahun 2022 GIIAS kembali hadir di tengah masyarakat dengan tema “The Future is Bright”. Pameran ini diikuti oleh berbagai merek termasuk produsen kendaraan listrik.
Sementara tahun 2023, GIIAS hadir dengan tema “Future Now” yang menyoroti teknologi otonom dan kendaraan listrik. Tahun selanjutnya, 2024, GIIAS mengangkat tema “Innovation Meets Inspiration” yang menghadirkan lebih dari 50 merek kendaraan dengan area pameran semakin luas.
Dengan sejarah panjang, pameran kendaraan seperti GIIAS bukan hanya etalase kendaraan, tetapi juga menjadi penggerak industri otomotif nasional menuju masa depan mobilitas yang berkelanjutan.
Ingin mendapatkan info terupdate seputar industri dan teknologi otomotif, termasuk perkembangan kendaraan niaga di Indonesia? Ikuti terus informasi terbaru dan tips bermanfaat lainnya di kanal resmi Astra UD Trucks.